Tour Ke - 17 dilaksanakan di Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Agustus 2012 Pukul 08.00 WIB.

Minggu, 29 Juli 2012

Prasasti Kamalagean

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 19.33

“ PETILASAN WATU TULIS “
Menurut pak osin sang juru pelihara prasasti, sekaligus penjual nasi bebek. Bahwa prasasti kamalagean yang terletak di :
Desa : Tropodo
Kecamatan : Krian
Kabupaten : Sidoarjo
Provinsi : Jawa timur
Merupakan peninggalan dari “ kerajaan kahuripan “ dengan fakta sejarah prasasti ini di tulis dengan huruf dan bahasa jawa kuno. Isinya menyebutkan di bangunya sebuah bendungan ( Dam ) di wringin sapto oleh raja Airlangga ( raja kediri ) bersama – sama dengan rakyat. Sebelum bendungan itu di bangun, di katakan bahwa sungai brantas ( sugai bengawan ) selalu banjir dan airnya meluap ke beberapa desa dan tanah perdikan. Untuk menjaga dan memelihara bendungan tersebut, di tetapkanlah desa Kamalagyan (Kamalagean ) untuk menjadi daerah perdikan atau daerah bebas pajak pada tahun 959 saka.
Prasasti kamalagean ini berukuran :
Panjang : 115 cm

Tebal : 28 cm
Tinggi : 215 cm
Bahan : Batu kali ( batu andesit )

Selain itu sedikit banyak cerita warga yang berkebang dan di jadikan kepercaan,
Prasasti kamalagean ini di keramatkan warga sekitar dan juga sering di gunakan sebagai tempat untuk melakukan tradisi turun temurun. Seperti tumpengan di area prasasti. Jika ada warga yang mempunyai hajat apabila tidak melaksanakan ritual di prasasti kamalagean ini di yakini kebanyakan hajatnya tidak sepurna ( ada kekacauan )
Orang berkunjung ke prasasti itu dan bernadzar sesuatu maka nadzarnya harus di lakukan , jika tidak di laksanakan celakalah orang tersebut. .

Candi Medalem

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 18.55

“ PETILASAN WATU TULIS “
Candi medalem di temukan seorang yang bernama “ bapak TAMAJI “ atau yang biasa di sebut bapak glendang , yang skaligus menjadi juru pelihara pada tahun 1992 atau 1991 akhir.

Dahulunya sebelum candi ini di temukan merupakan kebun – kebun atau pohon – pohon asem yang sangat besar. Pada saat pak glendang babat-babat ( bersih – bersih kebun ) beliau mendapat wisik ( bisikan ) ghaib. Menurut wisik yang di terima adalah supaya pohon asem itu harus di tebang karena nanti akan menemukan benda sejarah peninggalan nenek moyang .
Setelah mendengar wisik seperti itu, pak glendang lalu menggali tanah .terus pohon asem itu di tebang & tidak lama kemudian terlihatlah sebuah tumpukan batu bata merah besar.
Melihat benda seperti itu, pak glendang lalu memanggil warga sekitar . warga berpendapat bahwa benda itu adalah candi . dan pak glendang meneruskan penggalian itu di bantu dengan warga dalam jangka waktu 3 hari.
Penamaan candi medalem di ambilkan dari tepat atau asal candi itu di temukan. Yaitu di desa MEDALEM kecamatan tulangan , kabupaten sidoarjo. Candi medalem bentuknya menyerupai “ Pondasi Pendopo “ yaitu tepat berkupulnya orang – orang tedahulu untuk membicarakan sesuatu hal.
Candi medalem merupakan peninggalan dari kerajaan majapahit. Bukti dan fakta dapat di lihat dari batu candinya, yaitu batu merah besar yang merupakan ciri khas dari kerajaan majapahit. Selain itu pak glendang sang juru pelihara pernah mendapati hal – hal ghaib tentang candi medalem. Hal – hal tersebut diantaranya :

1. Saat pak Glendang menebang pohon asem untuk penggalian candi, beliau di bingungkan kejadian aneh. Setelah pohn asem itu di tebang dan tumbang ,pohon itu tidak bisa di angkat oleh sepuluh orang . kemudian pak glendang menyuruh orang – orang shalat maghrib dulu (saat itu waktu menjelang senja ) baru bisa di angkat. Dan anehnya pohon itui dapat diangkat hanya satu orang , yaitu pak glendang sendiri.
2. Pada saat pak Glendang bersih – bersih di sekitar candi medalem ,beliau di datangi seorang perempuan yang bernama “ Ratu ayu pandan sari “ ratu ayu berpesan kepada sang juru pelihara agar supaya candi ini di jaga dan di rawat .menurut pak glendang , ratu ayu pandan sari ini adalah orang yang membabat desa medalem.

Candi medalem ini baru di pugar satu kali. Permintaan sang juru kunci kepada pemerintah agar supaya di sekeliling candi di berikan pagar melingkar( pagar pelindung ) karena sampai saat ini belum ada pagar di sekeliling candi .dan di tkutkan nanti ada orang – orng yang tak bertanggung jawab yang akan merusak cagar budaya ini (candi medalem).



Sabtu, 28 Juli 2012

Candi Tawangalun

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 16.31

Candi sumur windu atau lebih kita kenal dengan  nama candi tawanggalun. Candi ini berada di desa Buncitan,Sedati, Sidoarjo. Candi ini merupakan candi peninggalan yang paling di anak tirikan oleh pemerintah ” kata pak saiful juru kunci dan yang bertugas merawat candi peninggalan kerajaan Mojopahit ini ‘ bila dilihat  mulai dari papan nama, papan peringatan dan juga pagarpun tidak ada sama sekali ujar pak Saiful yang sudah 10 tahun menjadi juru kunci candi.
Candi tawangalun ini sangat berbeda dengan candi-candi yang ada di Sidoarjo pada umumnya karena candi tawangalun ini berada di perbukitan tidak seperti candi lainnya yang berada di area pemukiman warga.
Candi tawangalun  sampai nsaat ini di fungsikan oleh warga sekitar untuk ritual-ritual pengantin, hari-hari besar dan di setiap malam bulan purmana banyak seniman-seniman yang datang ke sekitar candi ini untuk menenangkan diri dan mencari inspirasi ‘ kata pak saiful yang sekaligus seorang seniman’.
Banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi di candi ini diantaranya ada warga sekitar  yang mengambil beberapa batu besar candi untuk di jadikan rumah, beberapa malam kemudian orang tersebut bermimpi di pukuli orang , ke esokan harinya orang tersebut merasa badannya sakit-sakit semua dan tak lama kemudian orang tersebut mengembalikan batu besar yang diambilnya ke tempat semula. Selang beberapa hari kemudian orang tersebut meninggal dunia. Adapula cerita dari pak Saiful yang perna di hampiri seorang putri yang memakai baju hijau yang khas dengan baju kerajaan pada zaman dulu. Dan masih banyak hal-hal aneh yang terjadi.


Sejarah singkat candi tawangalun

Pada masa kerajaan Mojopahit ada seorang penguasa yang bernama Resi Tawangalun dia adalah penguasa di daerahnya,Raja Mojopahit tidak suka dengan daerah yang di kuasai Resi Tawanggalun karena orang-orang daerah tersebut terkrnal kasar-kasar dan mempunyai kebiasaan memakan daging mentah. Resi  Tawangalun mempunyai putri yang bernama putri Alun. Suatu ketika putri Alun menyukai Raja Brawijaya yaitu Raja Mojopahit di masa itu. Putri Alun meminta kepada ayahnya Resi Tawangalun untuk merubah dirinya menjadi cantik agar Brawijaya tertarik pada dirinya.
Suatu ketika karena keegoisan sang raja Brawijaya beliau mempersunting putri Alun untuk menjadi selirnya, lama kelamaan sifat asli putri Alun muncul dan terlihat oleh orang istana ketika putri Alun melihat daging yang berada di depannya dan dia memakan menta-menta daging tersebut. Kabar berita kalau puti Alun memakan daging mentah tersebut sampai di telinga Sang Raja, Raja Brawijaya marah dan kesal saat mendengar kabar  tersebut, tanpa pikir lagi sang raja mengusir putri Alun dari istana dalam  keadaan hamil.
Putri Alunpun kembali ke ayahnya dan melahirkan anak yang di beri nama Aryo Damar. Waktu terus berjalan dan Aryo Damar sudah besar awalnya Aryo Damar mengira kalau Resi Tawanggalun adalah ayahnya tetapi dia ada keraguan karena ibunya mrmangil Resi Tawangalun dengan sebutan ayah. Ario Damar penasaran dan dia menanyakan kepada ibunya siapa sebenarnya ayah kandungnya, putri Alunpun menjawabnya bahwa raja Brawijaya adalah ayah kandungnya. Ario Damar kemudian meminta   restu dari ibu dan kakeknya untuk mencari ayah kandungnya.
Ketika Ario Damar sudah sampai di Mojopahit dan bisa menghadap ke raja Brawijaya, Ario Damar  mengaku bahwa dia adalah anak raja Brawijaya dari selir putri Alun, Raja Brawijaya tidak mau mengakui dia sebagai anaknya karena masi dendam telah ditipu. Raja pun memberi syarat yang mustahil untukdi penuhi oleh Ario Damar dan jika dia bisa memenuhi syarat tersebut Raja Brawijaya mau mengakui Ario Damar sebagai anaknya. Syarat yang pertama adalah membuat damar (lampu) yang tidak ada gantunganya . karena Ario Damar keturunan orang-orang sakti dia bisa membuat damar dari besi yang tidak ada gantungannya. Sang  Raja belum bisa menerimanya dan memberi syarat yang ke dua kepada Ario Damar, Ario Damar disuruh mencari dan membawa tanah dari tempat asalnya (tanah yang tandus,sedati) yang harus sama dengan tanah yang berada di kerajaan (tanah yang subur, Trowulan) Ario damar berhasil melaksanakan tugas tersebut dengan meminta bantuan kakeknya, Raja Brawijaya makin kesal dengan Resi Tawanggalun karrna dia membantu cucunya, Raja Brawijaya yang sudah terlanjur kesal dengan Resi Tawanggalun, Dia memberikan syarat yang terakir yaitu jika dia bisa membunuh Resi Tawangalun  maka Ario Damar akan diakui menjadi anaknya. Sebenarnya Ario Damar bisa melaksanakan tugas tersebut akan tetapi dia bingung harus bagaimana.
Putrri Alun prihatin terhadap nasib anaknya dan mendirikan sebuah candi sebagai wujud rasa kasihnya terhadap Ario Damar. Ario Damar masuk kedalam candi yang memang khusus di buat untuk mendekatkan diri kepada tuhan, Ario Damar  berfikir tentang makna-makna kehidupan dan juga pilihan-pilihan yang harus dia pilih, karena terlalu  lamanya berada di dalam candi sampai-sampai keberadaannya tidak di ketahui lagi.

“ CANDI DARMO ”

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 16.22


Candi Darmo berdiri di desa candi Negoro kecamatan Wonoayu kabupaten sidoarjo. Candi tersebut tersusun atas tumpukan batu merah besar yang mempunyai tinggi 10,48 m .lebar 10,77 m. Dan tinggi 13,50 m. 

Catatan mengenai candi darmo yang pertama dapat dilihat pada laporan belanda yang ditulis pada tahun 1905 – 1913 dan 1914 – 1915.
Secara keseluruhan candi darmo merupakan gapura yang berbentuk garuda padu raksa yang dalam ilmu kepurbakalaan yaitu gapura yang bagian atasnya ( atap ) menjadi satu.
Sebab ada gapura lain yang bentuk atasnya terpisah seolah – olah ditarik ke kanan dan  ke kiri. Bentuk gapura yang atapnya terpisah seperti itu didalam kepurbakalaan disebut candi benta atau gapura bela.
Gapura atau candi darmo ini hampir serupa dengan gapura bajang ratu bekas peninggalan majapahit yang ada di trowulan.
Pintu masuk candi darmo mengarah pada poros barat timur dari bagian – bagian yang tersisa untuk diketahui bahwa dulunya gapura ini mempunyai pagar tembok atau sayap.
Untuk mengetahui kapan dan oleh siapa candi ini dibuat atau dibangun belum dapat dipastikan dan diketahui sebab memang belum ada sumber secara tertulis atau angka tahun yang menyebutkannya, hanya saja dari segi bangunannya para ahli menduga candi darmo berasal dari abad ke 14.

“ PETILASAN WATU TULIS “

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 16.12



Di sebuah desa yang terletak di Kecamatan Prambon yang bernama Watu Tulis, terdapat sebuah peninggalan bersejarah kerajaan Kahuripan. Peninggalan sejarah tersebut yaitu 2 makam dan disampingnya terdapat tumpukan yang dulunya sebuah candi. Dengan motif relief yang beraneka ragam diantaranya relief wanita, relief kala (Buto), relief dua orang dan ukiran – ukiran.
Selain itu di area petilasan terdapat bahan dan alat – alat untuk melakukan ritual antara lain tempat bunga, tempat dupa, payung tinggi berwarna kuning. Kebanyakan ritual – ritual yang dilakukan adalah untuk mendapatkan rizki, mencari wangsit dan meminta pertolongan kepada tuhan. Disamping petilasan tersebut juga terdapat 2 kolam air berbentuk persegi yang dipercaya sebagian warga dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit.
Petilasan tersebut letaknya di area persawahan warga dan terdapat dua pohon besar yang mengitarinya.
beberapa batu petilasan ini pernah diambil untuk menyumbat semburan Lumpur di Porong pada saat gencar – gencarnya semburan, tidak lama setelah itu semburan lumpur  banyak berkurang. Ujar pak Buadi sang juru kunci.

Selasa, 17 Mei 2011

Sidoarjo Rek : Pasang Alarm Sepeda Motor

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 11.28

Alarm : Rp. 150.000 (tanpa memotong Kabel)
Type Biasa : Rp. 100.000

Hubungi : Bapak Benny (0857 3667 6253 / 031-7147 6111


By Ariezah Groups