Tour Ke - 17 dilaksanakan di Desa Buncitan Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Agustus 2012 Pukul 08.00 WIB.

Sabtu, 28 Juli 2012

Candi Tawangalun

Posted by BlogE Arek Sidoarjo On 16.31 5 comments

Candi sumur windu atau lebih kita kenal dengan  nama candi tawanggalun. Candi ini berada di desa Buncitan,Sedati, Sidoarjo. Candi ini merupakan candi peninggalan yang paling di anak tirikan oleh pemerintah ” kata pak saiful juru kunci dan yang bertugas merawat candi peninggalan kerajaan Mojopahit ini ‘ bila dilihat  mulai dari papan nama, papan peringatan dan juga pagarpun tidak ada sama sekali ujar pak Saiful yang sudah 10 tahun menjadi juru kunci candi.
Candi tawangalun ini sangat berbeda dengan candi-candi yang ada di Sidoarjo pada umumnya karena candi tawangalun ini berada di perbukitan tidak seperti candi lainnya yang berada di area pemukiman warga.
Candi tawangalun  sampai nsaat ini di fungsikan oleh warga sekitar untuk ritual-ritual pengantin, hari-hari besar dan di setiap malam bulan purmana banyak seniman-seniman yang datang ke sekitar candi ini untuk menenangkan diri dan mencari inspirasi ‘ kata pak saiful yang sekaligus seorang seniman’.
Banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi di candi ini diantaranya ada warga sekitar  yang mengambil beberapa batu besar candi untuk di jadikan rumah, beberapa malam kemudian orang tersebut bermimpi di pukuli orang , ke esokan harinya orang tersebut merasa badannya sakit-sakit semua dan tak lama kemudian orang tersebut mengembalikan batu besar yang diambilnya ke tempat semula. Selang beberapa hari kemudian orang tersebut meninggal dunia. Adapula cerita dari pak Saiful yang perna di hampiri seorang putri yang memakai baju hijau yang khas dengan baju kerajaan pada zaman dulu. Dan masih banyak hal-hal aneh yang terjadi.


Sejarah singkat candi tawangalun

Pada masa kerajaan Mojopahit ada seorang penguasa yang bernama Resi Tawangalun dia adalah penguasa di daerahnya,Raja Mojopahit tidak suka dengan daerah yang di kuasai Resi Tawanggalun karena orang-orang daerah tersebut terkrnal kasar-kasar dan mempunyai kebiasaan memakan daging mentah. Resi  Tawangalun mempunyai putri yang bernama putri Alun. Suatu ketika putri Alun menyukai Raja Brawijaya yaitu Raja Mojopahit di masa itu. Putri Alun meminta kepada ayahnya Resi Tawangalun untuk merubah dirinya menjadi cantik agar Brawijaya tertarik pada dirinya.
Suatu ketika karena keegoisan sang raja Brawijaya beliau mempersunting putri Alun untuk menjadi selirnya, lama kelamaan sifat asli putri Alun muncul dan terlihat oleh orang istana ketika putri Alun melihat daging yang berada di depannya dan dia memakan menta-menta daging tersebut. Kabar berita kalau puti Alun memakan daging mentah tersebut sampai di telinga Sang Raja, Raja Brawijaya marah dan kesal saat mendengar kabar  tersebut, tanpa pikir lagi sang raja mengusir putri Alun dari istana dalam  keadaan hamil.
Putri Alunpun kembali ke ayahnya dan melahirkan anak yang di beri nama Aryo Damar. Waktu terus berjalan dan Aryo Damar sudah besar awalnya Aryo Damar mengira kalau Resi Tawanggalun adalah ayahnya tetapi dia ada keraguan karena ibunya mrmangil Resi Tawangalun dengan sebutan ayah. Ario Damar penasaran dan dia menanyakan kepada ibunya siapa sebenarnya ayah kandungnya, putri Alunpun menjawabnya bahwa raja Brawijaya adalah ayah kandungnya. Ario Damar kemudian meminta   restu dari ibu dan kakeknya untuk mencari ayah kandungnya.
Ketika Ario Damar sudah sampai di Mojopahit dan bisa menghadap ke raja Brawijaya, Ario Damar  mengaku bahwa dia adalah anak raja Brawijaya dari selir putri Alun, Raja Brawijaya tidak mau mengakui dia sebagai anaknya karena masi dendam telah ditipu. Raja pun memberi syarat yang mustahil untukdi penuhi oleh Ario Damar dan jika dia bisa memenuhi syarat tersebut Raja Brawijaya mau mengakui Ario Damar sebagai anaknya. Syarat yang pertama adalah membuat damar (lampu) yang tidak ada gantunganya . karena Ario Damar keturunan orang-orang sakti dia bisa membuat damar dari besi yang tidak ada gantungannya. Sang  Raja belum bisa menerimanya dan memberi syarat yang ke dua kepada Ario Damar, Ario Damar disuruh mencari dan membawa tanah dari tempat asalnya (tanah yang tandus,sedati) yang harus sama dengan tanah yang berada di kerajaan (tanah yang subur, Trowulan) Ario damar berhasil melaksanakan tugas tersebut dengan meminta bantuan kakeknya, Raja Brawijaya makin kesal dengan Resi Tawanggalun karrna dia membantu cucunya, Raja Brawijaya yang sudah terlanjur kesal dengan Resi Tawanggalun, Dia memberikan syarat yang terakir yaitu jika dia bisa membunuh Resi Tawangalun  maka Ario Damar akan diakui menjadi anaknya. Sebenarnya Ario Damar bisa melaksanakan tugas tersebut akan tetapi dia bingung harus bagaimana.
Putrri Alun prihatin terhadap nasib anaknya dan mendirikan sebuah candi sebagai wujud rasa kasihnya terhadap Ario Damar. Ario Damar masuk kedalam candi yang memang khusus di buat untuk mendekatkan diri kepada tuhan, Ario Damar  berfikir tentang makna-makna kehidupan dan juga pilihan-pilihan yang harus dia pilih, karena terlalu  lamanya berada di dalam candi sampai-sampai keberadaannya tidak di ketahui lagi.

5 komentar:

Menarik, karena dekat dengan perumahan saya

Pengen lihat candinya, jalannya lewat mana ya... @ardi

terima kasih..

kalau dari arah permpatan gedangan ( stasiun gedangan) ke arah timur lurus , sampai ketemu desa tawangalun. jalan ke candinya gang masjid. ke arah selatan. nama juru peliharanya pak SAIFUL.

Saat kecil saya berkemah di dekat sana, saat itu masih dalam proses penggalian. Lokasinya agak unik karena diatas bukit. Tapi belakangan saya menduga bukit itu terbentuk karena tekanan dari dalam bumi, karena tidak jauh dari candi Tawangalun terdapat tanah yang mengeluarkan air panas. Saya sedih melihat kondisi candi tidak membaik dari tahun ke tahun

Setelah berpuluh tahun, baru sekarang saya tahu cerita tentang candi itu .. Terima kasih.

Posting Komentar

Tuliskan Comentar Anda